Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips X Ini Menjadikan Hidup Anda Jauh Lebih Sehat Jasmani dan Rohani

Tips Ini Menjadikan Hidup Anda Jauh Lebih Sehat Jasmani dan Rohani
www.jurusehat.com – Tips X ini kami dapat dari hasil ceramah seorang mubaligh kondang. Dia membagikan tips X ini kepada sebelas komponen. Tips X ini akan kami urai sebagaimana berikut:


Tips X pertam, kesehatan hidup itu adalah gabungan antara kesehatan jiwa, kesehatan badan, dan kesehatan interaksi seseorang dengan Tuhan. Gabungan itu bersifat dialektis, terkait satu sama lain. Serta bersifat komprehensif atau saling mendukung satu sama lain, antara unsur-unsur badan, menggunakan jiwa atau rohani, menggunakan posisi interaksi manusia atau makhluk dengan Tuhan. Itu prinsip dasarnya.

Tuhan adalah zat yang menciptakan manusia, yang menciptakan rohani dan jasadnya, serta yang memberi ketetapan mengenai sistem kehidupan yang hasilnya merupakan sehat yang alami dan sempurna. Oleh karenanya, ketergantungan makhluk sehat atau tidak sehat itu, tergantung Allah SWT.

Tips X kedua, karena prinsip dasar sehat jasmani itu tidak bisa berdiri sendiri atau bekerja sendiri. Maka ia harus bergantung kepada kesehatan jiwa atau rohani, serta Tuhan. Akan tetapi kita cendrung memahami ilmu kesehatan sekarang dan kemudian kita teliti hanya yang jasmaninya saja. Sedikit sekali ditemukan kaitannya dengan kesehatan psikologi atau psikis. Apalagi kesehatan yang lebih dalam lagi yaitu kesehatan hubungan antar ruh kita dengan Tuhan. Padahal kita tahu bahwa sumber kesehatan berasal dari Tuhan.

Tips X ketiga, Tuhan itu memiliki hak absolut atas sakit atau sehatnya apa saja yang Ia ciptakan. Tuhan tidak berpihak pada sehatnya manusia berdasarkan konsep manusia mengenai sehat. Sehat & sakit berdasarkan Tuhan berbeda, atau sangat berbeda, atau bahkan bisa sangat terbalik, dibanding sehat dan sakit berdasarkan ilmu kita. Menurut keperluan dan kepentingan manusia.

Kesehatan di “mata” Tuhan, adalah eksistensi manusia dalam kepatuhannya kepada kehendak-Nya. Maka pemahaman kesehatan manusia, bisa terbalik berdasarkan konsep kesehatan menurut Tuhan.

Tips X keempat, terdapat kemungkinan-kemungkinan, yang mungkin tak terbatas jumlahnya. Tuhan mungkin memberi sakit pada seseorang, fungsinya untuk kesehatan jiwa. Tuhan memberi sakit atau penyakit kepada manusia, maksud atau tujuannya bisa saja sebagai ujian atau pendidikan, atau peringatan, atau mungkin hukuman. Sebaliknya, Tuhan memberi sehat kepada kita juga bisa merupakan ujian, pendidikan, peringatan atau hukuman. 

Jadi, sehat dan sakit menurut kita bisa sangat terbalik dengan sehat dan sakit berdasarkan Tuhan, tergantung, kita bisa menemukan apa tidak, latar belakang kenapa Tuhan menjadikan kita sakit; kenapa Tuhan bikin kita sehat?

Sakitnya manusia, bisa membuatnya rendah hati dan sadar atas ketergantungannya kepada Tuhan. Sementara sehatnya manusia bisa jadi semacam azab bagi manusia, yg membuatnya arogan dan tergelincir hidupnya, serta kelak ketika menghadap Tuhan, tidak seperti sebagaimana yang Tuhan kehendaki sewaktu Tuhan membentuk kita semua.

Tips X kelima, demikian juga konsep Tuhan tentang hidup dan matinya manusia tidak sama dengan pemahaman kita, manusia. Sering kali, bahwa sakit berlanjut kepada kematian. Tapi bisa juga kematian tiba tanpa sakit sebagai sebab-musababnya. Pada konsep Tuhan, hidup dan mati bisa berkait, juga bisa tidak berkait, terserah-terserah Tuhan.

Tuhan menghidupkan dan Tuhan mematikan hanya terkait menggunakan kehendak-Nya itu sendiri. Tidak harus sakit atau tidak sakit. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan, tidak harus diartikan supaya awet muda dan tidak cepat meninggal. Yang paling hakiki dan masuk akal adalah: menjaga kesehatan karena kesetiaan kepada Tuhan, yang menitipkan jasad dan ruh ini kepada manusia.

Tips X keenam, sangat sedikit pemahaman seseorang tentang hidup sehat yang sesuai dengan ilmu kesehatan yg Tuhan maksudkan. Manusia wajib berikhtiar merawat kesehatannya, namun hakikatnya Allah yang mengambil keputusan mengenai sehat-tidaknya manusia. 

Manusia harus menjalani pola hidup sehat, namun Tuhan berhak memilih orang yang menjaga kesehatannya kemudian diambil nyawanya terlebih dahulu dibanding dengan orang yang berlaku seenaknya terhadap kesehatan hidupnya. Itu terserah-terserah Tuhan. 
Dan kita sebaiknya tidak usah membantah. Mengabdi dan ikut saja pada kehendak Tuhan.

Untuk itu, tidak ada gunanya, menyalahkan Tuhan dengan keputusanNya yang menurut sudut pandang kepentingan kita seolah-olah semena-mena dan tiran itu. Sebab, setiap syarat sehat atau sakit di suatu titik di suatu area, dalam proses kehidupan, baru bisa dievaluasi sejatinya sehat atau tidaknya manusia kelak, pada momentum tertentu, pada alam yang rumusnya adalah komprehensif dunia-akhirat sekaligus. 

Dan kita sebenarnya tidak berada dalam posisi yang ilmiah buat mengambil keputusan waktu ini juga mengenai kita sehat atau sakit.

Itulah sebabnya manusia tetap memerlukan iman, takwa & tawakkal kepada Tuhan, pada keadaan sakit maupun sehat. Semua syarat ilmu dan pemahaman tentang kesehatan atau apapun saja, selalu dimasukkan ke pada spektrum iman, takwa & tawakkal. Kalau mau mudahnya, ya sehat silakan, sakit ya silakan,  yang penting kita tetap dalam posisi iman, takwa & tawakkal. Ukurannya itu.

Tips X ketujuh, manusia memprediksi tentang sakit & sehat, kemudian berikhtiar mengobati, tetapi manusia tidak bisa berposisi sebagai yang menyembuhkan. Manusia menanam benih, Tuhan yang menyemaikan. Manusia berjuang, Tuhan yg memilih pencapaian atau kegagalan.

Tuhan mungkin berlaku sesuai dengan rumus kesehatan manusia, contohnya menyembuhkan orang yang sakit, yang diobati sang manusia. Tapi juga Tuhan berhak melakukan banyak sekali vasiari perilaku yg lain: Dia sanggup tidak menyembuhkan orang yang diobati, atau menyembuhkan orang yg tidak diobati.

Tuhan mampu mengabulkan kesembuhan seorang menurut pengetahuan kedokteran dan farmasi, bisa juga tidak menyembuhkannya, atau malah menyembuhkan menggunakan obat dan lainnya, atau bahkan ditentang oleh kedokteran dan farmasi.

Tips X kedelapan, jikalau dokter, tabib, dukun atau siapapun diklaim menyembuhkan seseorang dari derita sakitnya, dengan memakai obat, atau ramuan atau perlakuan yang dikenal baku dan diakui oleh ilmu manusia, mohon biar , kesimpulannya bukan ilmu & obat itu yang niscaya benar. Kesimpulan yg lebih waspada adalah, Tuhan mengabulkan kesembuhan melalui apa yang diyakini, dan dipergunakan sang dokter atau tabib & dukun itu.

Sementara di saat yang lain, Tuhan bisa tidak mengabulkannya atau justru memberi manusia pengalaman, di mana seseorang dapat sembuh tidak dari ilmunya seseorang yang ahli di bidang kesehatan & pengobatan, melainkan ilmu yang tidak dikenal sang manusia sama sekali.

Tips X kesembilan, seorang yang dekat dengan Tuhan mengeluh: “Ya Allah, sembuhkan(lah) perutku.” Tuhan menjawab: “Baiklah, ambil daun itu dan makanlah.” Belum sampai ia memakan daun itu, perutnya sudah sembuh. Kemudian waktu perutnya sakit lagi, orang itu langsung merogoh daun itu, ternyata perutnya tidak sembuh-sembuh, meskipun sudah sekian lembar daun telah ia makan. Orang itu memprotes: “Ya Allah, saat saya sakit perut Engkau memerintahkanku supaya sembuh dengan menggunakan daun itu, kenapa kali ini tidak sembuh perutku?”. Tuhan menjawab:

“Waktu sakit yang pertama, kamu mengeluh dan minta tolong kepada-Ku. Namun yang kedua, kamu tidak minta tolong pada-Ku, melainkan eksklusif merogoh daun itu. Maka perutmu permanen sakit, karena daun & apapun tidak mampu menyembuhkan sakit perut dan sakit apapun. Yang bisa menyembuhkan dan yang berkehendak menyembuhkan adalah kemauan dan kasih sayang-Ku.”

Tips X kesepuluh, oleh karena itu, kondisi kesehatan hidupnya manusia terdapat dua, dan usahakan kita pilih, meskipun kita sanggup saja dibiarkan oleh Tuhan permanen sehat tanpa menentukan keduanya. Pertama, memastikankan secara permanen dan simultan pemfokusan hati kita pada Tuhan. Hati kita bertauhid. Pikiran kita bertauhid.

Setiap helaan nafas bertauhid. Setiap langkah bertauhid. Arah naluri kita bertauhid. Pekerjaan kita bertauhid. Senang dan susah kita bertauhid. Kaya dan miskin kita bertauhid. Yang kedua, berpikir hakiki. Berpikir sehat. Berpikir amanah. Berpikir positif. Berpikir kompatibel menggunakan kemauan Tuhan.

Roh dan jasad manusia merupakan sebuah organisme, sebuah sistem, suatu putaran ekosistem, hardware maupun beserta dengan aplikasi-nya. Setiap ketidakjujuran rohani, ketidakjujuran hati dan pikiran, akan membarui manajemen ekosistemik di dalam nurani kita, sehingga potensial untuk menjadi vandalisme, dismanageman, kekacauan, dekonstruksi, atau kerusakan susunan-susunan. Kerjasama dalam roh dan jiwa kita, termasuk seluruh unsur jasad-jasad kita, sehingga produknya adalah sakit.

Tips X kesebelas, maka hidup yg paling potensial buat sehat yaitu menghormati & patuh pada dasar kehendak Tuhan, kemudian membuka diri pada setiap kemungkinan ilmu manusia yang menyangkut sehat & sakit. Tidak ada ukuran ilmu kesehatan terbaru atau tradisional.

Tidak terdapat acuan-acuan tertentu dokter atau dukun atau tabib, atau mungkin orang biasa yang tidak dipercaya expert (ahli) dalam kesehatan. Ukuran yang sejati, dan yang lebih dekat kepada kesehatan hanyalah kejujuran ilmu kesehatan di tangan atau pada pihak siapapun, serta sadar ketergantungan pada kehendak Allah. Dari Allah kita hindari amarahnya, dan kita upayakan dekat menggunakan kasih sayang-Nya.

Kesimpulannya
 “Tidak wajib dipahami. Tapi mudah-mudahan, setiap yg kita dengarkan, bisa menjadi benih yang tertanam, sehingga akibatnya dia akan ditumbuhkan sang Tuhan, bersemai, berdaun, berbatang, kemudian muncullah buah-butir kesehatan pada hayati kita masing-masing dan semuanya. Entah ketika berapa lama , terserah Allah SWT,” tutup Cak Nun. Penulisn utama: Ahmad Naufa [nu/sn]

Posting Komentar untuk "Tips X Ini Menjadikan Hidup Anda Jauh Lebih Sehat Jasmani dan Rohani"

DMCA.com Protection Status