Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa yang Dimaksud Penyakit Hepatitis, Berikut Jawaban Dokter

Apa yang Dimaksud Penyakit Hepatitis, Berikut Jawaban Dokter
Jurusehat.com - Salah satu penyakit mematikan di dunia adalah virus hepatitis. Apa yang dinamakan penyakit hepatitis? Penyakit hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus.

Ada 5 jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E. Karakteristik dari masing-masing jenis ini berbeda, maka dari itu gejala dan pengobatannya juga beragam.

Hepatitis sama mematikannya dengan HIV AID, artinya penderita penyakit ini rata-rata berujung dengan maut yakni kematian. Sebagaimana yang diinformasikan dari The Lancet. Laporan ini memperkirakan infeksi hepatitis dan komplikasinya merenggut 1,45 juta jiwa pada 2013, walaupun tersedia vaksin dan perawatan untuk para penderita hepatitis.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan adanya jumlah kematian yang terkait dengan AIDS sebesar 1,2 juta jiwa pada 2014, sedangkan Hepatitis atau TBC sebesar 1,5 juta jiwa.

WHO telah mencanangkan strategi global untuk menanggulangi virus hepatitis. Virus hepatitis yang dimaksud di sini termasuk dalam semua lima jenis (dikenal dengan A, B, C, D, E). Beberapa di antaranya dapat ditularkan melalui kontak cairan tubuh sedangkan hepatitis A dan E ditularkan karena makanan atau air yang terkontaminasi.

Kasus kematian di dunia kebanyakan karena hepatitis B dan C yang merusak organ hati serta menyebabkan kanker hati. Mereka yang terjangkit virus ini tidak menyadari dampak jangka panjangnya hingga terlalu terlambat.

Para ilmuwan dari Imperial College London dan Universitas Washington memeriksa data dari 183 negara yang terkumpul antara 1990 hingga 2013.

Mereka menemukan jumlah kematian terkait virus hepatitis yang meningkat lebih dari 60% selama lebih dari dua dasawarsa, sebagian karena peningkatan jumlah populasi penduduk.

Baca: Hancurkan Batu Ginjal dengan Air Kelapa Muda

Siapa yang berisiko terkena penyakit hepatitis?

Siapa saja bisa terkena hepatitis. Tapi ada beberapa perilaku tertentu yang meningkatkan risiko Anda terhadap virus ini:

Berbagi jarum dengan orang lain, baik untuk penggunaan obat atau modifikasi tubuh (tato atau tindik)

Menderita HIV — HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinan masuknya virus oportunistik

Melakukan hubungan seks tanpa kondom (baik anal dan oral)

Menggunakan obat yang merusak hati, seperti acetaminophen (Tylenol dan lainnya), atau methotrexate (Trexall, Rheumatrex)

Berbagi alat makan dengan penderita hepatitis A dan E

Menggunakan sumber air dan makanan yang terkontaminasi, baik dari lingkungan tempat tinggal atau dari tempat yang baru saja Anda kunjungi

Melakukan prosedur medis seperti transfusi darah, kemoterapi atau terapi penekan sistem kekebalan tubuh

Penularan dari ibu ke anak

Apa saja gejala hepatitis?

Tidak semua kasus hepatitis menimbulkan gejala, atau jikapun ada, gejalanya cukup samar pada tahapan awal dalam sekitar 80% kasus. Dua puluh persen kasus lainnya bisa menunjukkan gejala dengan tingkat bervariasi. Ada kemungkinan bagi Anda untuk langsung mengalami gejala setelah terinfeksi. Gejala bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian orang, meliputi:

# Demam
# Kelelahan
# Kehilangan nafsu makan
# Mual atau muntah
# Nyeri lambung
# Nyeri sendi atau otot
# Buang air kecil atau besar yang tidak lazim
# Warna kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice, tanda dari penyakit hati)
# Perasaan gatal
# Perubahan mental, seperti kurangnya konsentrasi atau koma
# Perdarahan dalam

Apa komplikasi hepatitis yang mungkin terjadi?

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, hepatitis dapat mengakibatkan sirosis (kerusakan hati permanen), dan pada akhirnya gagal hati. Jika hasil pemeriksaan rutin Anda menunjukkan virus hepatitis, Anda harus segera mendapatkan pengobatan.

Tahap pertama dari kerusakan hati adalah fibrosis, dimana terjadi pengerasan jaringan hati (kerusakan jaringan). Setelah sekian lama, fibrosis akan berubah menjadi sirosis — kerusakan jaringan yang parah pada hati. Bisa diperlukan waktu hingga 20 sampai 30 tahun bagi fibrosis untuk berkembang menjadi sirosis. Jaringan yang rusak menghalangi aliran darah ke hati.

Menurut American College of Gastroenterology, sekitar 20% penderita hepatitis C kronis akan mengalami sirosis. Begitu sirosis terjadi, sekitar 50% pasien akan mengalami komplikasi yang mengancam nyawa dalam 5 sampai 10 tahun berikutnya.

Selain itu, ada kemungkinan bahwa kanker hati dapat terjadi. Hepatitis C meningkatkan risiko kanker hati. Dokter bisa menganjurkan tes USG hati setiap 6 sampai 12 bulan. Tes ini akan menunjukkan jika ada tumor yang mulai terbentuk. Semakin cepat ditemukan, kanker hati semakin mungkin untuk diobati.

Bagaimana hepatitis didiagnosis?

Kebanyakan orang yang menderita hepatitis tidak menyadari penyakit yang ia miliki, sehingga hepatitis sering terdiagnosis “tanpa sengaja” ketika pemeriksaan medis rutin. Cara terbaik untuk memeriksa hepatitis adalah dengan tes darah. Tes darah akan menunjukkan hasil dari fungsi hati dengan mengukur:

Alanineaminotransferase (ALT)/SGPT, aspartateaminotransferase (AST)/SGOT dan alkalinephosphatase (ALP): ketiga enzim ini dihasilkan oleh hati. Ada terlalu banyak enzim-enzim ini berarti ada masalah pada hati Anda.

Bilirubin: kadar bilirubin darah meningkat dalam penyakit hati. Bilirubin diangkut ke hati untuk diekstrak. Kadar bilirubin yang tinggi berarti kadar faktor pembekuan yang tinggi dan peningkatan risiko kecendrungan perdarahan dan mudah memar.

Albumin dan total Protein (TP): kadar protein darah dan albumin merupakan indikatif dari fungsi hati yang sehat.

Selain tes darah, dokter bisa mendiagnosis hepatitis melalui pemeriksaan fisik untuk gejala hepatitis seperti kulit atau mata yang menguning. Pemeriksaan riwayat diperlukan untuk mengetahui dari mana Anda bisa terkena virus tersebut.

Apa saja pengobatan untuk hepatitis?

Obat-obatan yang paling umum dalam pengobatan hepatitis meliputi:

# Interferon
# Obat antivitus protease inhibitor
# Obat antivitus analog nukleosida
# Polymerase inhibitor dan kombinasi terapi obat
# Interferon

Interferon adalah kombinasi dari obat-obatan antivirus. Interferon mengurangi efek samping dan memungkinkan obat tetap berada di tubuh untuk waktu yang lebih lama dibandingkan dengan obat lainnya. Interferon memasok protein bagi tubuh untuk melawan infeksi dan terutama untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan HCV untuk mencegah komplikasi. Interferon meliputi:

Injeksi peginterferon alfa-2a (Pegasys)
Injeksi peginterferon alfa-2b (PegIntron, Sylatron)
Injeksi interferon alfa-2b (Intron A)
Obat antivirus protease inhibitor

Protease inhibitor digunakan untuk mencegah penyebaran virus dengan menghentikan reproduksinya. Obat-obatan ini bisa digunakan secara oral. Beberapa dari obat-obatan antivirus protease inhibitor adalah:

Telaprevir (Incivek)
Boceprevir (Victrelis)
Paritaprevir (ini adalah protease inhibitor tetapi hanya tersedia dalam Viekira Pak, sebagai bagian dari kombinasi yang digunakan untuk mengobati infeksi HCV)
Obat-obatan antivirus analog nukleosida

Obat-obatan antivirus analog nukleosida juga bekerja untuk mencegah pembentukan virus baru. Obat ini juga digunakan dalam kombinasi dengan terapi lainnya untuk mengobati hepatitis. Obat yang paling umum dari jenis ini adalah ribavirin (Copegus, Moderiba, Rebetol, Ribasphere, RibasphereRibaPak, Virazole).

Waspadalah karena ribavirin dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi baru lahir jika digunakan oleh ibu hamil dan menekan pertumbuhan pada anak-anak. Risiko ini bisa dialihkan dari pria kepada pasangan wanitanya dalam pembuahan.

Polymerase inhibitor dan kombinasi terapi obat

Polymerase inhibitor mencegah perkembangan penyakit hepatitis dengan menghentikan produksi virus. Pengobatan ini termasuk polymerase inhibitor sovaldi (Sofosbuvir). Obat ini terkadang digunakan dalam kombinasi dengan ribavirin sampai selama 24 minggu. Dokter juga bisa menggunakan kombinasi ledipasvir dan sofosbuvir (Harvoni) untuk mengobati hepatitis. Obat-obatan ini harus digunakan dengan makanan dan tidak boleh ditumbuk.

Efek samping yang umum meliputi:

Mual
Gatal
Insomnia
Kelemahan

Bagaimana cara mengobati hepatitis?

Pengobatan hepatitis biasanya berfokus untuk mengurangi tanda dan gejalanya. Anda mungkin harus:

Beristirahat. Pasien hepatitis merasa lelah dan sakit dan tidak banyak memiliki energi.
Mengatasi mual. Cobalah untuk membagi makanan Anda menjadi beberapa porsi kecil dan menghabiskannya perlahan dalam satu hari untuk mendapatkan cukup energi. Pilihlah makanan berkalori tinggi seperti jus buah-buahan atau susu daripada air putih.

Istirahatkan hati. Hati Anda bisa mengalami kesulitan dalam menyerap obat dan alkohol. Jangan minum alkohol selama terinfeksi hepatitis.

Hindari aktivitas seksual. Hepatitis bisa menular lewat aktivitas seksual. Hindari setiap akvitias seksual adalah cara teraman, tetapi Anda bisa menikmati seks dengan kondom.

Cuci tangan dengan seksama setelah dari toilet. Virus hepatitis bisa menular dengan mudah dari feses ke tangan atau barang lainnya. Gosok tangan dengan kuat selama minimal 20 detik dan bilas secara menyeluruh. Keringkan tangan dengan tisu.

Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain selama Anda memiliki infeksi aktif. Anda bisa dengan mudah menularkan infeksi ke orang lain.

Penyakit hepatitis adalah infeksi peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Menerapkan kebersihan yang baik, termasuk sering mencuci tangan, adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari hepatitis. []

Tulisan ini diambil dari beberapa sumber terpercaya termasuk hellosehat dan kompas.

Posting Komentar untuk "Apa yang Dimaksud Penyakit Hepatitis, Berikut Jawaban Dokter"

DMCA.com Protection Status