Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Obesitas Anak Berisiko Terhadap Stabilitas Mental Anak

Obesitas Anak Berisiko Terkena Penyakit Mental
Jurusehat.com - Anak yang mengalami kegemukan atau Obesitas bisa beresiko terkena penyakit mental. Artinya bukan hanya badannya yang mengalami gangguan tapi juga psikisnya akan terganggu.

Apa penyebabnya?

Biasanya anak yang obesitas cendrung menjadi bahan ejekan atau olok-olok oleh teman sebayanya. Dengan begitu anak akan mengalami gangguan pada mental seperti mudah kurang percaya diri dan merasa tidak sempurna hidupnya.

Menurut ahli psikologi anak dan orang dewasa, Nadia Rachman menjelaskan kalau anak dan remaja yang mengalami obesitas berisiko berlipat gangguan kesehatan fisik, mental dan kebodohan.
Menurutnya sebagaimana studi yang pernah dilakukan peneliti UCLA. Mereka menemukan bahwa anak obesitas berisiko terjangkit penyakit mental hingga mencapai 1,3 kali lebih tinggi dari pada anak-anak normal.

Para peneliti mempelajari data dari National Survey of Children’s Health tahun 2007 dengan melibatkan 43.300 anak berusia 10 hingga 17 tahun. Sekitar 15 persen dari mereka didiagnosa menderita kelebihan berat badan dan 16% mengalami obesitas.

Menurut sumber yang sama, beberapa gangguan sosial yang juga rentan dialami anak obesitas antara lain merasa kurang percaya diri karena sering dibully oleh teman bermainnya. Anak obesitas juga mempunyai rasa cemas bahkan hingga depresi.

“Lebih parah lagi, bila masalah sosial tersebut dialami oleh anak perempuan yang beranjak dewasa. Mereka biasanya akan merasa minder dan kurang percaya diri sehingga segan bergaul dan merasa tersingkirkan. Ini bisa mempengaruhi kemampuannya dalam belajar,” katanya.

Baca juga: Jurus Diet Mayo Sukses 2 Minggu

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Untuk mengatasi masalah emosi anak karena berat badan berlebih, maka orang tua memiliki peran yang sangat vital. Bapak atau Ibunya harus lebih dekat dengan anak karena gaya asuh orang tua akan sangat mempengaruhi kondisi fisik dan mentalnya.

Orang tua jua sedapat mungkin menjadi teman akrab bagi buah hatinya tersebut. Perhatikanlah dan berilah kasih sayang yang tulus untuk merubah persepsi negatif yang ada kepada diri anak menjadi energy positif..

Bukan hanya itu, orang tua juga wajib memberi kesempatan pada anak mengembangkan kreatifitas  sesuai minat dan bakat. Sehingga dengan begitu, anak fokus pada kemampuan yang dimilikinya.

“Mengikutsertakan anak pada kegiatan yang menarik dan sesuai minatnya dapat melatih rasa percaya dirinya juga.”

Hal lain yang juga tidak kalah penting dilakukan orang tua ialah mengenai pola makan anak. Tidak jarang anak obesitas memilih makanan yang mengandung banyak glukosa dan sulit mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Oleh karena itu, butuh kreatifitas orang tua mengkreasikan makanan-makanan sehat dalam berbagai bentuk sehingga anak senang untuk mengkonsumsinya.

“Kalau sayur hanya diberi dalam bentuk sayur biasa, anak mungkin akan sulit makan. Maka orang tua harus dapat mengkreasikannya dengan membuat menu yang menarik,” ujarnya. []

Posting Komentar untuk "Obesitas Anak Berisiko Terhadap Stabilitas Mental Anak"

DMCA.com Protection Status